masalah kutil kelamin

Terkadang seseorang yang sudah mengalami kutil kelamin ataupun genital warts enggan untuk berobat kepada pihak dokter dikarenakan karena malu karena pada umumnya kutil tersebut timbul di kelamin baik pada wanita maupun pada pria dan jika kutil tersebut tidak segera diobati maka dikhawatirkan bisa menyebar kepada pasangan Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa kutil kelamin adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang dimana pertumbuhan kutil tumbuh pada area kelamin atau pada sekitar anus yang disebabkan oleh beberapa jenis Human papiloma virus (HPV).

Diketahui ada lebih dari 100 jenis HPV dan Beberapa jenis HPV menghasilkan kutil pada berbagai bagian tubuh, seperti kutil pada kaki dan kutil tangan dan beberapa jenis lainnya dapat menyebabkan genital warts diketahui genital warts dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan badan.

Mengalami Kutil Kelamin, Bagaimana Cara Menghilangkannya?

Perlu Anda ketahui bahwa hampir sebagian besar genital warts berukuran sangat kecil berbentuk datar sehingga sangat sulit untuk dilihat oleh mata telanjang, dan biasanya seseorang yang mengalaminya akan terasa gatal-gatal pada area kelamin.

Selain itu yang perlu Anda waspadai adalah beberapa genital warts juga dapat tumbuh secara berdekatan atau membentuk kelompok yang lebih besar dan pastinya akan membuat seseorang yang mengalaminya akan merasa malu, dan ada baiknya Anda segera mengatasi hal tersebut dengan ke Klinik Utama Gracia.

Biasanya kutil kelamin bisa hilang dengan berbagai pengobatan genital warts, ada baiknya bicarakan dengan dokter Anda untuk menentukan pengobatan mana yang terbaik untuk Anda.

Menggunakan Obat Oles

Diketahui terdapat beberapa obat yang bisa dioleskan langsung ke genital warts, tergantung dimana lokasinya seperti gejala herpes. Beberapa resep perawatan warts genital bisa digunakan di rumah dan perawatan lainnya harus dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan Anda.

Perlu Anda ketahui juga bahwa beberapa pengobatan genital warts bisa menyebabkan ketidaknyamanan, dan beberapa tidak bisa digunakan oleh wanita selama masa kehamilan.

Diangkat Melalui Cara Pembekuan

Cara selanjutnya untuk menghilangkan genital warts adalah dengan cara membekukan nya hal ini disebut cryotherapy ataupun Anda bisa menghilangkan kutil dengan cara operasi atau dengan laser dan dalam beberapa kasus genital wart diobati dengan suntikan interferon.

Seperti semua obat pada umumnya pengobatan genital warts memiliki risiko dan efek samping, sehingga penyedia layanan kesehatan dapat menjelaskannya kepada Anda dan membantu Anda mengatasi efek samping dari perawatan Anda.

Setelah Pengobatan Kutil Kelamin Ada Baiknya Anda Melakukan Hal Ini:

  • Menjaga kebersihan area kelamin
  • Jangan menggaruk kutil
  • Cuci tangan setelah menyentuh kutil
  • Menghindari berhubungan badan jika tidak nyaman
  • Oleskan kompres dingin untuk mengurangi rasa tidak nyaman, atau Anda bisa memakai acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil atau Motrin).

Bagi kebanyakan orang rangkaian perawatan pertama tersebut berhasil menghilangkan kutil. Tapi meski kutil hilang dengan pengobatan tersebut kutil mungkin akan kembali lagi karena perawatan bisa menghilangkan kutil, tapi mereka tidak menyembuhkan virus yang menyebabkan kutil.

Dan bagi beberapa orang, genital warts bisa kembali beberapa bulan setelah perawatan terutama jika mereka mengisap rokok, bahkan pada beberapa orang kutil terus kembali setelah jangka waktu yang lama.

Bagaimana Caranya Untuk Mencegah Kutil Kelamin?
 
  • Ada baiknya Anda mendapatkan  vaksin HPV, karena dengan adanya vaksin dapat melindungi terhadap dua jenis HPV yang menyebabkan 90 % dari semua kasus genital warts.
  • Menjauhkan diri dari segala macam aktivitas seks atau tidak menggunakan seks toys bekas orang lain.
  • Jika Anda terpaksa melakukan hubungan seks dengan vagina atau dubur, maka gunakan kondom setiap saat karena bisa mengurangi risiko genital warts.
  • Berhenti merokok, karena diketahui perokok mungkin lebih cenderung mengembangkan genital warts daripada bukan perokok.

Fobia terbagi menjadi dua yaitu fobia spesifik dan kompleks. Cari tau kondisi fobia yang mungkin Anda alami disini, untuk penanganan yang tepat.

Pernah mendengar istilah fobia? Fobia atau phobia merupakan perasaan takut yang berlebihan karena objek ataupun kondisi situasi tertentu. Ketakutan ini juga bahkan bisa menimbulkan depresi, kecemasan dan juga kepanikan. Fobia dibagi menjadi dua berdasarkan jenis ketakutannya, yaitu fobia spesifik dan fobia kompleks.

Fobia spesifik ini bisa mulai muncul dan berkembang sejak kanak-kanan ataupun remaja. Contoh fobia spesifik ini adalah fobia hewan, fobia situasi seperti berkunjung ke dokter, fobia seksualitas seperti takut tertular penyakit terkait seksual, ataupun fobia secara fisik seperti takut darah atau jarum suntik.

Sedangkan fobia kompleks biasanya berkembang ketika dewasa. Contohnya adalah fobia sosial. Biasanya orang yang memiliki fobia ini akan merasakan cemas saat berada di lingkungan sosial. Hal ini terjadi karena mereka takut dipermalukan oleh orang lain ataupun takut mempermalukan diri sendiri di depan banyak orang. Selain itu takut pada tempat-tempat yang membuat mereka merasa terperangkap juga termasuk dalam fobia kompleks.

Fobia juga akan menimbulkan dampak pada kondisi fisik seseorang, seperti:

  • Disorientasi atau merasa bingung
  • Sakit kepala dan pusing
  • Merasa mual
  • Sesak dan nyeri pada bagian dada
  • Sesak napas
  • Meningkatnya detak jantung
  • Tubuh merasa gemetar dan juga berkeringat
  • Telinga berdengung
  • Keinginan selalu buang air kecil
  • Mulut terasa kering

Penyebab Fobia

  • Peristiwa yang menyebabkan trauma. Fobia bisa muncul setelah seseorang mengalami peristiwa yang menimbulkan trauma, misalnya seperti diserang oleh hewan, atau terjebak di suatu ruangan, dan lainnya.
  • Temperamen tinggi. Seseorang yang mempunyai kepribadian terlalu sensitif, berpikiran negatif, dan pemalu biasanya akan lebih mudah mengalami fobia.
  • Banyak dugaan yang mengatakan bahwa fobia dapat diwarisi. Jadi apabila salah satu keluarga ada yang memiliki fobia tertentu, bisa saja Anda akan mengalami fobia tersebut.

Diagnosis Fobia

Untuk seseorang yang mengalami fobia spesifik, biasanya penderita jarang memeriksakan diri. Karena biasanya penderita mengetahui objek yang mereka takuti macam macam pepes ikan ikan mas. Sehingga kondisi fobia ini jarang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bagi penderita fobia kompleks, dokter biasanya akan memeriksa apakah Anda mengalami gejala-gejala yang menunjukkan adanya fobia sosial atau takut pada tempat-tempat yang bisa membuat Anda terperangkap.

Pengobatan Fobia

Penanganan untuk fobia biasanya dilakukan dengan dua cara, yaitu terapi dan obat-obatan. Terapi yang biasa dilakukan yaitu seperti terapi kognitif yang akan dikombinasikan dengan terap pemaparan atau desensitisasi. Perasaan takut penderita akan dikurangi dengan meningkatkan frekuensi paparan objek atau situasi tertentu secara perlahan dan bertahap pada terapi kombinasi ini. Terapi kombinasi ini sering dipakai dokter untuk menangani fobia dibanding dengan metode lain, misalnya obat-obatan.

Penanganan Dengan Obat-Obatan

Obat-obatan yang diberikan pada penderita fobia biasanya ditujukan untuk menenangkan diri penderita dan juga mengendalikan rasa takut atau paniknya pada objek atau situasi tertentu. Obat yang biasa diberi adalah obat antidepresan jenis penghambat pelepasan serotonin (SSRI). Obat tersebut akan mempengaruhi transmiter di otak yang bernama hormon serotonin. Serotonin ini berperan untuk menciptakan dan juga mengatur suasana hati seseorang.

Obat penghambat beta juga merupakan jenis obat yang akan diberikan. Biasanya akan digunakan dalam jangka pendek, karena obat ini berguna untuk mengurangi perasaan takut pada situasi tertentu. Obat ini akan menghambat reaksi yang muncul dari stimulasi adrenalin karena rasa cemas.

Selain itu, untuk menangani fobia juga digunakan benzodiazepine yang merupakan golongan obat penenang. Obat ini akan mengurangi perasaan cemas dan juga membantu perasaan penderita menjadi santai. Namun perlu diperhatikan petunjuk dokter dalam penggunaan obat ini, karena dapat berpotensi menyebabkan ketergantungan.

Diare adalah suatu keadaan kondisi kesehatan yang tidak bagus, yaitu ditandai dengan tinja yang encer ketika dikeluarkan dengan frekuensi sering dibandingkan dalam keadaan normal.

Secara umum, diare terjadi karena makanan dan minumam yang dikonsumsi mengandung bakteri, parasit atau virus. Diare bisa berlangsung selama beberapa hari, akan tetapi pada kasus tertentu bisa sampai beberapa minggu.

Penderita Diare di Indonesia

Diare menyumbang sebagai permasalahan kesehatan terbesar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan RI tahun 2007, diare masuk ke dalam peringkat ke-13 sebagai penyakit penyebab kematian bagi semua umur dengan jumlah proporsi sebanyak 3,5 persen. Sedangkan yang berdasarkan dengan kategori penyakit menular, diare masuk dalam urutan ketiga sebagai penyebab kematian setelah penyakit Pneumonia dan TBC. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa golongan usia yang banyak mengalami penyakit diare adalah balita dan anak-anak dengan prevalensi 16,7 persen.

Penderita diare disarankan untuk tidak sampai mengalami dehidrasi, karena jika hal ini terjadi maka bisa berakibat fatal karena dehidrasi akan membuat kehilangan banyak cairan. Oleh sebab itu penyakit diare jangan dianggap sepele walaupun keadaan ini sudah umum terjadi.

Gejala diare

Ada banyak gejala diare, seperti sakit perut, tinja encer dan keram perut. Pada tingkat yang sudah parah, penderita diare akan mengalami deman maupun keram perut.

Faktor penyebab diare secara umum

Faktor penyebab diare yang paling banyak dialami oleh orang dewasa maupun ana-anak adalah karena terjadi infeksi pada usus. Infeksi usus dapat terjadi karena minuman dan makanan yang dikonsumsi terkontaminasi mikroorganisme penyebab infeksi usus seperti parasit, bakteri, dan virus. Virus penyebab infeksi usus seperti rotavirus dan norovirus.

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus. Penyebab terjadinya infeksi usus adalah akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi. Mikroorganisme yang sering menyebabkan infeksi usus adalah bakteri, parasit, dan virus seperti norovirus dan rotavirus.

Selain hak di atas, diare juga bisa disebabkan beberapa faktor di bawah ini:

  • Efek samping mengkonsumsi obat tertentu.
  • Faktor psikologi yang sedang tidak stabil seperti sedang gelisah dan stress.
  • Mengkonsumsi secara berlebihan minuman alkohol dan kopi.

Jika keadaan sudah parah, penderita diare bisa mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat memperburuk keadaan dan berakibat fatal. Diare yang disertai dengan dehidrasi dapat berpotensi kematian, terutama jika hal ini terjadi pada anak-anak karena mereka biasanya tidak menyadari hal ini. Ketahanan tubuh anak-anak akibat dehidrasi jauh lebih rendah dibanding dengan orang dewasa. Oleh karena itu, para orang tua disarankan untuk selalu waspada akan tanda-tanda dehidrasi yang terjadi pada anak. Jika mengalami hal ini, disarankan untuk minum banyak cairan selama masih berlangsungnya penyakit diare.

Penderita diare yang sudah masuk dalam kategori parah, berkelanjutan, atau bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda akan terjadinya dehidrasi, disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter. Kondisi tubuh yang menurun drastis akibat diare juga harus segera untuk dikonsultasikan kepada dokter.

Cara mengatasi tulang sendi berbunyi saat digerakkan dengkul bunyi kretek pada setiap melakukan aktifitas yang dialami laki-laki atau wanita. Jika terdengar berbunyi pada saat ditekuk atau sedang berjalan jangan dianggap hal biasa karena itu bisa jadi awal permasalahan.

Pengobatan bisa dilakukan dengan cara berobat ke medis atau melalui pemahaman cara tersendiri menggunakan obat yang tersedia di toko dengan berbagai merk. Penyebab yang umum telah diketahui ialah kekurangan enzim pada tubuh manusia tersebut, cara mengatasi ialah dengan cara minum susu.

Struktur pada tulang lutut ialah terdiri dari meniskus, kapsul, tulang rawan, otot serta saraf. Bila terjadinya gangguan atau kelainan yang terjadi pada salah satu bagian diatas dapat menyebabkan pergerakan tulang terganggu yang mengakibatkan timbul bunyi.

Berikut langkah-langkah mengatasi sendi berbunyi dengan cara sederhana, antara lain:

  1. Untuk sementara hindari dari olahraga terlalu berlebihan
  2. Berat badan diusahakan tetap normal dan tidak turun dari kiloan sebelumnya
  3. Beri batasan di setiap aktifitas yang berhubungan dengan persedian langsung
  4. Lakukan pengkompresan pada sendi yang bersangkutan
  5. Hindari kebiasaan untuk membunyikan persendian secara sengaja

Penyebab Timbulnya Bunyi Pada Persendian

Banyak cara mengatasi tulang sendi berbunyi pada tulang, begitupun dengan penyebab yang timbul akibat bunyi pada persendian diantaranya:

  1. Lemahnya pada otot
    • Otot lemah juga merupakan dari timbulnya bunyi pada persendian, otot lemah merupakan karena kurangnya olahraga dan asupan susu
  2. Terjadi kelainan pada tulang
    • Kelainan pada tulang bisa saja terjadi karena bawaan dari lahir atau hal lain yang menyebabkan dari timbulnya bunyi pada persendian
  3. Obesitas atau kegemukan
    • Berat badan berlebih atau obesitas juga bisa mengakibakan bunyi pada persendian tulang pada saat digerakkan
  4. Pernah mengalami cedera
    • Cedera yang dialami bisa saja terjadi karena kecelakaan yang menyebabkan pergeseran tulang yang mengakibatkan timbulnya bunyi pada persendiaan
  5. Kondisi tubuh sedang tidak fit
    • Timbulnya bunyi pada persendian juga merupakan salah satu yang menyebabkan persendian bunyi
  6. Mengalami osteoporosis
    • Mengalami keroposan yang terjadi pada laki-laki atau wanita walaupun masih tergolong usia produktif atau tidak saat ini sudah menjadi hal yang umum

Pengobatan Cara Mengatasi Tulang Sendi Berbunyi

Melakukan pengobatan menurut pemahaman pribadi atau dengan tindakan medis tidak ada salahnya bila dilakukan apabila dirasa cukup mampu, akan tetapi jika dirasa tidak kunjung ada perubahan bisa langsung dengan pilihan kedua yaitu dengan melakukan pengobatan ke klinik terdekat.

Saat kecil dulu pasti kita pernah mengalami mimisan. Sebenarnya kenapa bisa terjadi mimisan? Dan apakah mimisan berbahaya? Ini penjelasannya.

Pernah mengalami mimisan? Mimisan waktu kita kecil dulu pasti kita ketahui karena kita sering bermain di tempat yang terlalu panas. Sebenarnya benar begitu tidak ya? Mimisan atau nama lainnya yaitu epistaksis adalah kondisi yang biasa terjadi dan umumnya tidak membahayakan. Mimisan atau keluarnya darah dari hidung bisa dialami seseorang selama beberapa detik. Dan bisa juga dialami hanya satu lubang hidung ataupun keduanya. Beberapa orang memiliki resiko tinggi mengalami mimisan yaitu anak berusia 2 sampai 10 tahun, lansia, wanita hamil, pengonsumsi obat pengencer darah (misalnya aspirin) dan obat antikoagulan, dan juga orang yang mengidap kelainan darah seperti hemofilia.

Gejala Mimisan Yang Harus Diwaspadai

Walaupun sudah disebutkan sebelumnya bahwa mimisan umumnya tidak berbahaya, namun ada beberapa gejala yang harus Anda waspadai karena bisa saja menjadi indikasi adanya penyakit tertentu. Gejala tersebut adalah:

  • Mimisan terjadi selama lebih dari 30 menit. Jika Anda mengalami mimisan seperti ini, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Mimisan terjadi pada anak yang usianya masih di bawah 2 tahun.
  • Volume darah yang keluar saat mimisan sangat banyak.
  • Mimisan terjadi ketika Anda sebelumnya telah melakukan operasi hidung ataupun sinus.
  • Waspada juga kalau Anda sering mengalami mimisan dalam waktu yang singkat.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.
  • Mengalami kesulitan dalam bernapas.
  • Mimisan ketika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Mengalami muntah darah karena banyak darah yang tertelan.
  • Mengalami demam dan ruam.
  • Terjadi mimisan setelah Anda cedera.
  • Mimisan membuat kulit Anda berubah menjadi pucat.
  • Terjadi mimisan disertai pendarahan di bagian tubuh lain, misalnya urine.

Jika terjadi gejala-gejala di atas, ataupun terjadi salah satunya, segera temui dokter ataupun ke rumah sakit untuk penanganan yang tepat.

Jenis Mimisan

Berdasarkan tempat pendarahan terjadi, mimisan dibagi menjadi dua jenis yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Di bagian dinding hidung manusia terdapat banyak pembuluh darah halus yang berada dekat dengan lapisan kulit, jadi bisa dengan mudah rusak. Lebih dari 90% mimisan adalah jenis mimisan anterior. Jenis ini termasuk mudah untuk ditangani. Umumnya mimisan ini dialami oleh mereka yang masih anak-anak.

Sedangkan jenis mimisan posterior, pendarahan berasal dari pembuluh darah yang berada di belakang hidung, yang terletak di antara langit-langit mulut dan juga rongga hidung. Mimisan jenis ini jarang terjadi, namun jika terjadi bisa terjadi pendarahan dengan volume yang lebih banyak. Biasanya yang mengalaminya adalah orang dewasa dan juga lansia.

Penyebab Mimisan

Mimisan bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya penggunaan obat tertentu, keturunan dan juga adanya penyakit. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya mimisan.

  • Membuang ingus terlalu kencang.
  • Saat mengorek hidung terjadi luka di bagian dinding hidung.
  • Udara kering dan dingin bisa membuat lapisan hidung menjadi kering dan rentan luka atau mengalami infeksi.
  • Bentuk hidung bengkok karena keturunan ataupun cedera.
  • Sinusitis akut
  • Penggunaan obat tertentu seperti aspirin, antikoagulan, atau obat pelega pernapasan yang berlebih.
  • Iritasi karena senyawa kimia seperti amonia.
  • Cedera di hidung.
  • Penggunaan obat terlarang misalnya menghirup kokain.
  • Operasi hidung.
  • Tumor di rongga hidung.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.

Menangani Mimisan

Mimisan umumnya bisa ditangani sendiri. Cara-cara berikut bisa Anda lakukan untuk menangani mimisan.

  • Duduk dengan posisi tegak. Jika mimisan, duduk lah dengan posisi tegak, dan jangan berbaring. Hal ini dilakukan agar berkurangnya tekanan di pembuluh darah hidung, dan pendarahan bisa berhenti.
  • Tubuh condong ke depan. Hal ini dilakukan agar darah tidak masuk ke tenggorokan.
  • Keluarkan darah dan buang darah yang mengalir ke mulut. Jangan menelan darah yang mengalir agar tidak terjadi keinginan untuk muntah.
  • Pencet hidung. Pencet hidung dengan ibu jari dan juga telunjuk selama 10 menit untuk memberi tekanan di sumber pendarahan agar darah segera berhenti. Di saat ini Anda bisa bernapas melalui mulut.
  • Kompres dingin. Letakkan kompres di daerah pangkal hidung untuk memperlambat terjadinya pendarahan.

Bintitan yang biasa dikaitkan dengan kebiasaan mengintip ini merupakan kondisi munculnya bintil yang mirip jerawat atau bisul di tepi kelopak mata.

Pernah mendengar tentang bintitan? Biasanya kondisi yang satu ini dihubungkan dengan kebiasaan orang yang senang mengintip, padahal kedua hal tersebut tidak ada hubungannya sama sekali. Dalam bahasa medis, bintitan disebut dengan hordeolum. Bintitan adalah kondisi dimana terdapat bintil mirip jerawat atau bisul yang biasanya terasa menyakitkan dan muncul di tepian kelopak mata. Umumnya bintitan tidak mempengaruhi kondisi penglihatan penderitanya. Dan biasanya bintitan ini juga hanya muncul pada salah satu mata saja.

Kondisi yang paling umum terjadi ketika bintitan adalah munculnya bintitan di luar bagian kelopak mata. Namun tidak menutup kemungkinan juga bintitan muncul di bagian dalam, dan bintitan pada bagian dalam lebih terasa menyakitkan daripada yang tumbuh di luar kelopak mata. Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai bintitan.

Gejala Bintitan

Bintitan biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang mirip bisul dan berwarna merah di tepi kelopak mata. Selain itu bintitan juga akan diikuti oleh gejala-gejala berikut ini:

  • Mata akan terus berair
  • Mata dan juga kelopak mata menjadi merah
  • Bengkak dan nyeri pada kelopak mata

Tidak diperlukan penanganan khusus untuk bintitan, karena biasanya bintitan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, bukan berarti bintitan tidak bisa menimbulkan komplikasi. Untuk itu, periksakan diri segera ke dokter jika bintitan tidak membaik setelah 2 hari, dan bengkak sudah menyebar pada bagian lain seperti pipi.

Penyebab Dan Faktor Resiko Bintitan

Bintitan disebabkan oleh bakteri yang bernama bakteri stafilokokus. Bakteri ini bisa menimbulkan infeksi yang terjadi di akar bulu mata, kelenjar minyak, dan juga kelenjar keringat. Bakteri ini biasanya hidup di kulit manusia tanpa menimbulkan penyakit. Namun resiko terjadinya bintitan akan lebih meningkat jika kita menyentuh bagian mata dengan menggunakan tangan yang kotor. Ada pula beberapa faktor resiko lain, yaitu:

  • Penggunaan kosmetik yang sudah kadaluwarsa, terutama kosmetik yang digunakan pada bagian mata.
  • Kebiasaan tidak membersihkan kosmetik ketika akan tidur. Kebiasaan seperti ini bukan hanya bisa menimbulkan jerawat, namun juga bisa menyebabkan munculnya bintitan.
  • Menggunakan lensa kontak yang tidak steril ataupun tangan yang tidak bersih ketika menggunakannya.
  • Mengidap radang di kelopak mata atau blefaritis, khususnya yang sudah kronis. Hal ini bisa disebabkan karena infeksi bakteri ataupun komplikasi karena penyakit kulit rosaseae.

Pengobatan Bintitan

Biasanya bintitan akan sembuh sendiri dalam waktu 7-20 hari, setelah bintitan pecah dan mengeluarkan nanah. Namun jangan sampai Anda memencet bintitan, karena bisa menimbulkan infeksi yang bisa menyebar ke bagian lain.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala bintitan dan juga rasa tidak nyaman karena bintil yang muncul di kelopak mata:

  • Jaga kebersihan mata. Hindari menggunakan kosmetik untuk sementara waktu, agar bintitan mereda, dan sembuh dengan lebih cepat. Sebaiknya Anda juga jangan dulu memakai lensa kontak sampai bintitan sembuh total.
  • Kompres air hangat. Kompres kelopak mata yang tumbuh bintitan dengan menggunakan air hangat selama 5-10 menit. Lakukan hal ini sebanyak 2-3 kali sehari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri dan sakit karena bintitan dan juga mempercepat penyembuhan.
  • Konsumsi obat. Biasanya obat yang dikonsumsi adalah analgesik ataupun obat pereda nyeri, jika penggunaannya dibutuhkan.

Pencegahan Bintitan

Bintitan juga bisa dicegah dengan langkah-langkah menjaga kebersihan mata berikut ini:

  • Hindari kebiasaan menggosok-gosok mata, karena bisa menyebabkan iritasi ataupun berpindahnya bakteri ke bagian mata.
  • Mencuci tangan dengan sabun sampai bersih sebelum menyentuh mata. Anda juga bisa menggunakan kacamata pelindung ketika membersihkan rumah untuk menghindari debu yang masuk ke mata.
  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memakai lensa kontak. Jangan lupa juga sterilkan lensa kontak sebelum dipakai.
  • Hindari menggunakan kosmetik yang kadaluwarsa. Bersihkan kosmetik ketika Anda akan tidur, untuk mencegah munculnya bintitan.
  • Tangani dengan segera jika terjadi infeksi ataupun inflamasi di kelopak mata.