Depan arrow Publikasi
Publikasi
Nyi Hadjar Dewantoro membersihkan dominasi PKI di tubuh Tamansiswa PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Ki Priyo Dwiarso   
Minggu, 28 September 2008

Nyi Hadjar Dewantoro (NHD) terlahir sebagai RAY Soetartinah Sasraningrat (RAYSS) adalah cucu Sri Paku Alam III dan merupakan sepupu RM Soewardi Soerjaningrat (RMSS) atau Ki Hadjar Dewantoro (KHD). Banyak orang mengenal dan mempelajari pribadi serta konsep-konsep KHD tapi sering lupa atau kurang mengenal siapa sebenarnya NHD.

    RAYSS lahir pada tanggal 14 September 1890 (sama dengan tanggal lahir DR Sumadi Wonohito) dan pada tahun 1907 dipersunting RMSS yang kemudian terpaksa berbulan madu di pengasingan negeri Belanda. Bantuan biaya hidup dari pemerintah kolonial hanya diperuntukkan 1 orang (RMSS) terpaksa dihemat untuk berdua. RMSS harus bekerja sebagai jurnalis (wartawan) dan memperdalam ilmu pendidikan hingga mendapat diploma guna persiapan mendidik bangsanya. RAYSS bekerja sebagai guru Taman Kanak-Kanak (Frobel School) guna menunjang kebutuhan hidup sekaligus menabung biaya pulang ke tanah air hingga putri-putranya Ni Soetapi Asti dan Ki Subroto Haryomataram lahir disana. KHD pernah bercerita untuk menghemat biaya makan sering berbelanja daging jeroan yang harganya murah. Suatu waktu beliau memborong jeroan agak banyak, pemilik toko bertanya apakah anda memelihara banyak anjing?

Beri komentar pada artikel ini | Tambahkan sebagai artikel favorit anda (131) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 1347

Terakhir diperbaharui ( Minggu, 28 September 2008 )
Baca selebihnya...
 
Tamansiswa untuk Nation and Character Building PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh I Nyoman Jelun   
Kamis, 31 Juli 2008
    Pada tgl. 15 Januari 2008 yang lalu, di Kampus Kebangsaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jln. Kusumanegara 157 Yogyakarta  berlangsung Saresehan Kebangsaan dengan tema:
                   “……… als ik eens Indonesier was ………”
Tema saresehan itu merupakan refleksi dari judul artikel Ki Hadjar Dewantara (KHD) pada sebuah harian terbitan pribumi pada tahun 1913 dengan judul: ” als ik eens Nederlander was”. Melalui artikel itu, KHD menyindir Pemerintah Kerajaan Belanda yang sedang  memperingati 100 thn kemerdekaannya dari penjajahan Prancis (Napoleon Bonaparte). Mereka memperingatinya secara besar-besaran, meriah, dengan berpesta pora menghamburkan banyak uang yang diperoleh dari memeras kekayaan negeri jajahannya. Pesta itu digelar diseluh negeri jajahannya dimana rakyat hidup miskin dengan uang sebenggol sehari, bodoh, dan tidak berdaya. Dalam artikel itu, secara ekplisit KHD berkata: Jika saya seorang Belanda maka saya akan sangat malu memperingati hari kemerdekaan bangsa saya dengan merampas kemerdekaan bangsa lain.  Setelah menulis artikel itu KHD diasingkan ke negeri Blanda.

Beri komentar pada artikel ini | Tambahkan sebagai artikel favorit anda (140) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 2336

Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 02 Agustus 2008 )
Baca selebihnya...
 
SAMBUTAN ( 3 Juli 2008 ) PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Ki Jend. Tyasno Sudarto   
Sabtu, 28 Juni 2008
SAMBUTAN  KETUA  UMUM
MAJELIS  LUHUR  PERSATUAN  TAMANSISWA
Tanggal 3  Juli  2008

    Yth Bpk/Ibu Pejabat Muspida dan Muspika atau yang mewakili
    Yth Pimpinan dan anggota Majelis Cabang Tamansiswa
    Yth Segenap pamong Tamansiswa yang kami cintai
    Yang kami cintai dan kami banggakan segenap siswa/mahasiswa Tamansiswa
    Assalamualaikum wr.wb.
    Salam dan bahagia,
Marilah kita bersama memanjatkan puji syukur ke Hadiran Tuhan Yang Maha Esa karena hanya berkat rahmatNya semata maka kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat tak kurang suatu apa. Dan selayaknya hari ini kita bersujud syukur karena perguruan kita Tamansiswa telah genap berusia 86 tahun, usia yang cukup sarat dengan perjuangan.

Komentar (3) | Tambahkan sebagai artikel favorit anda (135) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 1707

Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 28 Juni 2008 )
Baca selebihnya...
 
REUNI ALUMNI TAMANSISWA PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh admin   
Jumat, 13 Juni 2008

tamansiswa 

Dimohon kehadiran seluruh ALUMNI Tamansiswa untuk dapat berpartisipasi pada :

REUNI ALUMNI TAMANSISWA se Indonesia

Tanggal    : 4 s/d 5 Juli 2008

Tempat   : Pendopo Tamansiswa

                Jl. Tamansiswa no. 25

                Yogyakarta, DIY, Indonesia

Acara      : - Sarasehan

                 - Bazar Seni

                 - Malam Kesenian

Kontak Person Panitia : +62 811 25 63 76 ( Mas Nanang )

atau dapat mengirimkan email ke kami di : Alamat email ini telah dilindungi dari spam bots, Javascript harus aktif untuk melihatnya

Salam dan Bahagia.

Komentar (25) | Tambahkan sebagai artikel favorit anda (153) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 2994

Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 05 Juli 2008 )
Baca selebihnya...
 
RM SUWARDI SURYANINGRAT BANGSAWAN YANG MENJADI BAPAK BANGSA PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Jend. Ki Tyasno Sudarto   
Minggu, 01 Juni 2008

RM Suwardi Suryaningrat (RM SS) seorang bangsawan yang lahir tanggal 2 Mei 1889 merupakan cucu dari Sri Paku Alam III, sedang ayahnya bernama KPH Suryaningrat.  Ibu RM Suwardi Suryaningrat bernama RA Sandiyah yang merupakan buyut dari Nyai Ageng Serang seorang pahlawan nasional prajurit Diponegoro. Sedang Nyai Ageng Serang masih merupakan keturunan dari Sunan Kalijogo. Pendidikan agama didapatnya dari Pesantren Kalasan dibawah asuhan KH Abdurrahman. Sejak awal pengasuh pesantren telah melihat tanda kelebihan pemuda kecil Suwardi. KH Abdurrahman memberi nama  sebagai “Jemblung Trunogati” yang berarti anak mungil dengan perut buncit, tetapi mampu menghimpun pengetahuan yang luas.”
    Berhubung kikis tanah Pakualaman banyak merupakan tanah rawa dan relatif gersang di daerah Kulon Progo, maka Sri Paku Alam V yang bertahta saat itu secara bijak memberi warisan berupa dana untuk sekolah bagi sentono (kerabat keraton). Pemerintah Kolonial memberi keistimewaan kepada para bangsawan (sentono keraton) dan anak amtenaar (pegawai negeri) untuk mendapatkan sekolah yang lebih baik daripada warga biasa. Fasilitas tersebut dimanfaatkan bangsawan RM SS untuk meneruskan kuliah di Stovia (Sekolah Tinggi Dokter Jawa) di Batavia (Jakarta).
Alam kebangkitan nasional yang dirintis dr Soetomo dan kawan-kawannya menjalar kedalam jiwa kebangsaan RM SS. Semula beliau sambil kuliah memperdalam ilmu jurnalistik sebagai penulis, kolumnis dan pemimpin redaksi beberapa majalah dan surat kabar.

Komentar (7) | Tambahkan sebagai artikel favorit anda (87) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 2326

Terakhir diperbaharui ( Minggu, 01 Juni 2008 )
Baca selebihnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 30

Newsflash

Kalau dulu tidak ada orang yang bernama Suwardi Suryanigrat yang kemudian menjadi Ki Hadjar Dewantara, keadaan pergerakan kebangsaan Indonesia niscaya tak akan seperti yang kita alami.

- Bung Karno (Presiden RI pertama) -

 

Last comments

REUNI ALUMNI TAMANSISWA
memory at tamsis
makasih y buat penggagas web ini,saya dianfahmi (A3) alumni ...
27/02/10 12:22 Selebihnya...
Komentar dianfahmi (PELOR)

REUNI ALUMNI TAMANSISWA
salaam
makasi ya buat penggagas web ini,saya alumnus 2005 taman ...
05/02/10 09:29 Selebihnya...
Komentar ardi

Sistem Among Mendidik sikap me...
Belajar dengan merdeka
Jika konsep among ini diterapkan oleh guru-guru Indonesia, d...
18/01/10 11:44 Selebihnya...
Komentar Sigit

REUNI ALUMNI TAMANSISWA
cari info: saya novi alumni th 96taman siswa 1 palembang..ju...
17/01/10 23:59 Selebihnya...
Komentar novi

REUNI ALUMNI TAMANSISWA
cari teman2 lama
haiiiiiii.....tolong ya..kloa ada anak2 taman sisawa tahun 9...
07/01/10 21:45 Selebihnya...
Komentar tengku rizki fitria

Weblinks

Selebihnya...

Statistics

Anggota: 4
Berita: 44
WebLink: 18