| SAMBUTAN ( 3 Juli 2008 ) |
|
|
|
| Ditulis oleh Ki Jend. Tyasno Sudarto | ||||||||||
| Sabtu, 28 Juni 2008 | ||||||||||
|
SAMBUTAN KETUA UMUM MAJELIS LUHUR PERSATUAN TAMANSISWA Tanggal 3 Juli 2008 Yth Bpk/Ibu Pejabat Muspida dan Muspika atau yang mewakili Yth Pimpinan dan anggota Majelis Cabang Tamansiswa Yth Segenap pamong Tamansiswa yang kami cintai Yang kami cintai dan kami banggakan segenap siswa/mahasiswa Tamansiswa Assalamualaikum wr.wb. Salam dan bahagia, Marilah kita bersama memanjatkan puji syukur ke Hadiran Tuhan Yang Maha Esa karena hanya berkat rahmatNya semata maka kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat tak kurang suatu apa. Dan selayaknya hari ini kita bersujud syukur karena perguruan kita Tamansiswa telah genap berusia 86 tahun, usia yang cukup sarat dengan perjuangan. Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Tamansiswa pada tanggal 3 Juli 1922 dengan tujuan memberi modal menyongsong kemerdekaan yaitu membuka kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia. Karena pengajaran yang hanya didapat oleh sebagian kecil rakyat tidak berfaedah bagi bangsa, maka haruslah golongan rakyat yang terbesar wajib mendapat pengajaran secukupnya. Namun harus kita akui bahwa kenyataan yang tejadi saat ini pemerataan pendidikan pengajaran masih jauh dari harapan semua pihak. Pada awal berdirinya Republik ini sampai dengan beberapa dekade Tamansiswa masih berperan dalam kancah pendidikan nasional. Lambang Diknas “Tut wuri handayani” adalah komitmen pemerintah untuk melaksanakan pendidikan nasional ajaran Ki Hadjar Dewantara. Namun dalam dekade terakhir ini fungsi dan peran Tamansiswa jauh menyurut di tingkat nasional maupun regional. Kajian beberapa ahli antara lain karena kebijakan Diknas yang jauh dari aspirasi Tamansiswa. Namun tidak boleh diabaikan pula adanya kenyataan bahwa pengelolaan manajemen didalam tubuh organisasi Tamansiswa sendiri masih perlu ditingkatkan secara optimal. Beberapa permasalahan di cabang Tamansiswa yang mengalami krisis umumnya berujung pada adanya masalah mismanajemen. Sehubungan itu marilah kita bersama segera introspeksi diri berbenah meningkatkan mutu manajemen sesuai dengan butir keempat Renstra Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa yaitu melaksanakan manajemen modern secara konsekuen dan konsisten. Di lain pihak Tamansiswa harus menyadari mutlak perlunya memelihara tegaknya 4 Pilar Utama yaitu : 1. PENDIDIKAN yang bermutu dan mampu bersaing 2. KEBUDAYAAN yang bekepribadian Indonesia 3. PEMBANGUNAN MASYARAKAT yang berorientasi manfaat bagi rakyat banyak 4. DEVERSIFIKASI USAHA PENDIDIKAN berupa swa usaha ekonomi guna mendukung operasional pendidikan-pengajaran Setiap pamong Tamansiswa harus sadar akan pentingnya 4 pilar utama tersebut, untuk dipelihara, ditingkatkan dan dipertahankan. Tanpa upaya sungguh-sungguh mempertahankan 4 pilar penyangga tersebut, eksistensi dan peran Tamansiswa akan semakin surut dan ditinggalkan oleh masyarakatnya. Bidang pendidikan dan pengajaran adalah tugas dan sarana utama Tamansiswa sebagai Badan Perjuangan Kebudayaan. Tamansiswa harus meningkatkan diri sesuai kemajuan sistem pendidikan pengajaran saat ini, bila perlu bisa bersikap korektif kritis terhadap pemerintah. Semua itu demi tercapainya cita proklamasi kemerdekaan sesuai jiwa UUD 1945 secara murni dan konskuen. Para peserta upacara yang kami hormati, Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara yang tertuang dalam azas Tamansiswa butir ke-7. Dengan tidak terikat lahir atau batin, serta dengan suci hati, berniatlah kita berdekatan dengan Sang Anak. Kita tidak meminta suatu hak, akan tetapi menyerahkan diri akan berhamba kepada Sang Anak. Ketulusan pengabdian pamong kepada sang anak inilah yang harus melandasi motivasi pelaksanaan tugasnya sehari-hari. Berangkat dari ketulusan pengabdian ini, maka pelaksanaan among sistem akan lancar terealisir. Pamong harus dapat menciptakan rasa asih-asah-asuh dalam memberikan pelajarannya. Konsep KHD adalah menciptakan suasana kekeluargaan dalam perguruan agar si anak tidak merasa asing. Pamong sebagai pengganti orang tua wajib menciptakan kemerdekaan pribadi seperti layaknya dirumah sendiri. Bagaikan petani yang menanam sayuran di sawah, maka seorang pamong harus dengan teliti menemukenali sang anak. Talenta kodrati anak, minat, hambatan yang dihadapi anak harus diidentifikasi. Sesuai rasa kasih seorang petani, kita pupuk bakat kemampuan agar tercapai kemerdekaan lahir batin, sehingga membuahkan kepandaian yang berguna bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya. Hadirin peserta upacara yang kami hormati, Akhir-akhir ini dunia pendidikan nasional kita banyak menerima kritikan tajam dari para pakar dan pengamat pendidikan. Nampaknya dampak globalisasi berpengaruh pada perkembangan dunia pendidikan kita. Sehubungan dengan itu perlu kami ingatkan tulisan KHD “Tentang dunia yang akan datang, maka rakyat kita ada didalam kebingungan. Seringkali kita tertipu oleh keadaan, yang kita pandang perlu dan laras untuk hidup kita, padahal itu adalah keperluan bangsa asing yang sukar didapatnya dengan alat penghidupan kita sendiri. Demikianlah kita acapkali merusak sendiri kedamaian hidup kita. Lagipula kita sering mementingkan pengajaran yang hanya menuju terlepasnya fikiran (intelektualisme), padahal pengajaran itu membawa kita kepada gelombang penghidupan yang tidak merdeka dan memisahkan orang terpelajar dengan rakyatnya. Apa yang dilansir KHD tersebut ternyata terjadi dialam kita sekarang dimana pendidikan pengajaran tidak berpihak kepada kepentingan rakyat banyak. Sekolah unggulan, sekolah internasional dengan biaya tinggi tentu tidak terjangkau oleh rakyat banyak. Sehubungan itu Tamansiswa telah menyampaikan aspirasinya “menolak RUU BHP”. Karena bila diberlakukan UU Badan Hukum Pendidikan maka sekolah/perguruan di Indonesia akan diperlakukan layaknya komoditi bisnis yang bersaing dipasar secara bebas secara liberal. Padahal perguruan/persekolahan mengemban amanat UUD 1945 dalam tugas mencerdaskan kehidupan bangsa serta merupakan lembaga nirlaba dan bukan menjadi subyek pajak. RUU BHP tidak lepas dari policy liberal WTO yang akan memberi peluang sekolah asing berinvestasi di tanah air kita. Dengan demikian perguruan/sekolah swasta di tanah air tidak akan mampu bersaing dengan modal asing yang sangat kuat. Relakah kita, bila hari depan anak bangsa diserahkan kepada pendidikan asing? Benarlah apa yang dikatakan KHD 86 tahun yang lampau bahwa bangsa kita dalam keadaan kebingungan dan kesemuanya ini berujung kepada kepentingan asing dalam kerangka kapitalisme modern. Segenap pamong dan siswa/mahasiswa Tamansiswa yang kami cintai. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa sebagai pimpinan Nasional Tamansiswa telah menyelenggarakan sidang pleno yang ketiga tanggal 1 dan 2 Juli 2008 serta melakukan evaluasi terhadap kinerjanya dalam periode ini. Kami mohonkan masukan dan saran atas segala kinerjanya saat ini, semoga dimasa yang akan datang Tamansiswa dapat lebih menyumbangkan darma baktinya bagi pendidikan dan pengajaran anak bangsa. Sekian sambutan kami dan Bilahitaufik wal hidayat, wassalamualaikum wr. wb. Salam dan bahagia. Yogyakarta, 3 Juli 2008 Ki Jend. Tyasno Sudarto Tambahkan sebagai artikel favorit anda (38) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 506
|
||||||||||
| Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 28 Juni 2008 ) | ||||||||||
| Selanjutnya > |
|---|
|
Bila Engkau melihat anak bangsa, lihatlah sebagaimana mawar, jika engkau melihat janganlah engkau pandang durinya, sebab jika engkau pandang durinya engkau akan membayangkan tempat sampah dan lubang pembakarannya; maka lihatlah mawarnya, dan jika engkau melihat mawarnya maka engkau akan menjadi penjaga taman. - Ki Hadjar Dewantara - |
| RUU BHP DAN GERAKAN TAMAN SISW... |
|
ada kepentingan dibalik pengesahan RUU B Mengingat belum lama ini pemerintah merencanakan akan mengal... |
| 02/01/09 10:39 Selebihnya... |
| Komentar tio |
| RUU BHP DAN GERAKAN TAMAN SISW... |
|
wajah pemerintahan inilah wajah pemerintahan kita. DPR seolah tidak berotak ket... |
| 24/12/08 20:13 Selebihnya... |
| Komentar echa |
| RM SUWARDI SURYANINGRAT BANGSA... |
|
Ki Hadjar Dewantara Bapak Bangsa Sejati Salam dan Bahagia, Saya adalah alumni Tamansiswa dari Taman... |
| 13/12/08 17:29 Selebihnya... |
| Komentar Ki Sudartono PS,S.Pd |
| REUNI ALUMNI TAMANSISWA |
|
kanggeen..... :cry kngenn nich sama alumni UST FE 2000 dimana kalian sk... |
| 09/12/08 12:13 Selebihnya... |
| Komentar iin ps |
| KEKELUARGAAN DI TAMANSISWA B... |
|
Nama jalan..?? Mas, maksud saya memang nama "Ki Hadjar Dewantara" yg dijadi... |
| 25/11/08 18:10 Selebihnya... |
| Komentar Deni A. S. Azhari |