|
Sambutan Ki Tyasno Sudarto |
|
Ditulis oleh Jend. Ki Tyasno Sudarto
|
|
Assalamualaikum Wr.Wb Salam dan bahagia
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan terlaksananya pembuatan website Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa ”tamansiswa.org” sebagai wadah komunikasi keluarga besar Tamansiswa intern maupun ekstern. Teknologi Informasi telah berkembang sangat pesat dan merupakan kebutuhan vital bagi komunikasi untuk segala keperluan social maupun komersial, politis ataupun non politis. Wesite ini juga dimaksudkan untuk lebih meningkatkan syiar Tamansiswa di kalangan masyarakat luas. Ki Hadjar Dewantara menggariskan bahwa Tamansiswa harus dapat tumbuh mengikuti perkembangan jaman, untuk itu Tamansiswa boleh merubah bentuk, isi dan iramanya seiring perubahan jaman. Namun SIFAT Tamansiswa tidak boleh berubah yaitu sebagai Badan Perjuangan Kebudayaan dan Pembangunan Masyarakat melalui jalur pendidikan dalam arti luas.
Pada era pertumbuhan awal Tamansiswa merealisasikan konsep Tri Pusat Pendidikan secara manual dan verbal. Pendidikan dalam lingkungan keluarga (kasih sayang), lingkungan sekolah (keilmuan) dan lingkungan masyarakat (interaksi sosial) akan memperkaya jiwa sang anak sehingga pertumbuhan otak kanan dan otak kiri sang anak akan berimbang. Website tamansiwa.org dimaksudkan agar Tamansiswa dapat mengikuti perubahan dan kemajuan jaman sehingga mampu bersaing di era global, antara lain dengan realisasi pendidikan bangsa melalui teknologi informasi. Tamansiswa mengundang para stake holders yang peduli Tamansiswa guna memberikan sumbangan moral dan material untuk membantu tumbuh kembangnya Tamansiswa. Seiring pekembangan teknologi informasi, pelaksanaan konsep Tri Pusat Pendidikan di Indonesia dapat difasilitasi dalam website. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dapat berkomunikasi dan berinteraksi dalam tamansiswa.org, baik menyangkut persoalan individual, kelompok, perguruan/sekolah bahkan membahas perkembangan pendidikan nasional dan persoalan bangsa yang lebih luas. Mahasiswa, siswa/pelajar dapat menyampaikan sumbangan pemikiran dan mengambil sari ilmu dari teknologi informasi ini. Bagai pisua bermata dua, teknologi informasi tentu ada segi positif dan negatifnya, pemaong/guru harus dapat tut wuri handayi mengarahkan kepada jalur yang diridhoi Tuhan. Website ini sengaja di release tanggal 8 Januari 2007 karena merupakan peringatan hari kelahiran Pangeran Diponegoro, dan semoga kita dapat meneruskan api semangat perjuangan kebangsaan beliau. Demikian pula Ki Hadjar Dewantara sengaja menamakan sarasehan Rebo Wagen dengan hari ”pasaran” lahirnya Pangeran Diponegoro, walau pertemuan dilaksanakan di luar hari Rebo Wage. Akhirnya kami harapkan sumbang saran dari para stake holders Tamansiswa bagi kemaslahatan website ini.
Wassalamualaikum. Wr. Wb Salam dan bahagia.
Yogyakarta, 8 Januari 2007 Ketua Umum
Jend. Ki Tyasno Sudarto Tambahkan sebagai artikel favorit anda (186) | Pasang Artikel ini pada situs anda | Views: 2084
1. Hari Pendidikan Nasional Ditulis oleh
Alamat email ini telah dilindungi dari spam bots, Javascript harus aktif untuk melihatnya
, pada tanggal : 12-07-2008 10:03 Sehubungan dengan Sambutan Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa dalam rangka Peringatan Lahirnya Tamansiswa, maka perkenankan pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat ulang tahun, semoga Tamansiswa dalam menggerakkan pendidikan di negeri tercinta ini dapat menjadi suriteladan bagi taman pendidikan nasional lainnya. Sejalan dengan peringatan ini, perkenankan saya menyampaikan sekedar catatan pada Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa bahwa jika kita lihat selama ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional sudah ditetapkan jatuh pada tanggal 2 Mei. Tanggal ini, adalah tanggal lahirnya Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, berarti yang kita peringati adalah hari kelahirannya. Seyogianya, yang kita peringati adalah hari lahirnya karya besar Bapak Ki Hadjar Dewantara yakni Hari Berdirinya TAMANSISWA ialah tanggal 3 Juli. Momentum yang bersejarah inilah yang kita jadikan tonggak, fondasi yang kokoh dari Pendidikan Nasional, sehingga fondasi ini dapat memancarkan nilai-nilai luhur dunia Pendidikan Nasional kita. Oleh karena itu, kiranya Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa berkenan mencoba mengkaji kembali tentang penetapan Hari Pendidikan yang selama ini kita peringati yakni 2 Mei. Kalau pendapat ini dapat diterima, tidak berlebihan jika Majelis juga mengusulkan masukan, saran ini kepada Pemerintah RI khususnya Departemen Pendidikan Nasional untuk meninjau kembali penetapan tanggal Hari Pendidikan Nasional kita yang sebenarnya. Semoga generasi kita dimasa mendatang tidak mempertanyakan tentang kebenaran sejarah yang kita buat selama ini. Terima kasih. |
|
- Silahkan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
- Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
- Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam, marketing, pribadi, dsb.
- Pastikan anda me-REFRESH halaman ini untuk mendapatkan kode security yang baru sebelum anda menekan tombol kirim.
| |