Saat kecil dulu pasti kita pernah mengalami mimisan. Sebenarnya kenapa bisa terjadi mimisan? Dan apakah mimisan berbahaya? Ini penjelasannya.

Pernah mengalami mimisan? Mimisan waktu kita kecil dulu pasti kita ketahui karena kita sering bermain di tempat yang terlalu panas. Sebenarnya benar begitu tidak ya? Mimisan atau nama lainnya yaitu epistaksis adalah kondisi yang biasa terjadi dan umumnya tidak membahayakan. Mimisan atau keluarnya darah dari hidung bisa dialami seseorang selama beberapa detik. Dan bisa juga dialami hanya satu lubang hidung ataupun keduanya. Beberapa orang memiliki resiko tinggi mengalami mimisan yaitu anak berusia 2 sampai 10 tahun, lansia, wanita hamil, pengonsumsi obat pengencer darah (misalnya aspirin) dan obat antikoagulan, dan juga orang yang mengidap kelainan darah seperti hemofilia.

Gejala Mimisan Yang Harus Diwaspadai

Walaupun sudah disebutkan sebelumnya bahwa mimisan umumnya tidak berbahaya, namun ada beberapa gejala yang harus Anda waspadai karena bisa saja menjadi indikasi adanya penyakit tertentu. Gejala tersebut adalah:

  • Mimisan terjadi selama lebih dari 30 menit. Jika Anda mengalami mimisan seperti ini, sebaiknya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Mimisan terjadi pada anak yang usianya masih di bawah 2 tahun.
  • Volume darah yang keluar saat mimisan sangat banyak.
  • Mimisan terjadi ketika Anda sebelumnya telah melakukan operasi hidung ataupun sinus.
  • Waspada juga kalau Anda sering mengalami mimisan dalam waktu yang singkat.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.
  • Mengalami kesulitan dalam bernapas.
  • Mimisan ketika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
  • Mengalami muntah darah karena banyak darah yang tertelan.
  • Mengalami demam dan ruam.
  • Terjadi mimisan setelah Anda cedera.
  • Mimisan membuat kulit Anda berubah menjadi pucat.
  • Terjadi mimisan disertai pendarahan di bagian tubuh lain, misalnya urine.

Jika terjadi gejala-gejala di atas, ataupun terjadi salah satunya, segera temui dokter ataupun ke rumah sakit untuk penanganan yang tepat.

Jenis Mimisan

Berdasarkan tempat pendarahan terjadi, mimisan dibagi menjadi dua jenis yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Di bagian dinding hidung manusia terdapat banyak pembuluh darah halus yang berada dekat dengan lapisan kulit, jadi bisa dengan mudah rusak. Lebih dari 90% mimisan adalah jenis mimisan anterior. Jenis ini termasuk mudah untuk ditangani. Umumnya mimisan ini dialami oleh mereka yang masih anak-anak.

Sedangkan jenis mimisan posterior, pendarahan berasal dari pembuluh darah yang berada di belakang hidung, yang terletak di antara langit-langit mulut dan juga rongga hidung. Mimisan jenis ini jarang terjadi, namun jika terjadi bisa terjadi pendarahan dengan volume yang lebih banyak. Biasanya yang mengalaminya adalah orang dewasa dan juga lansia.

Penyebab Mimisan

Mimisan bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya penggunaan obat tertentu, keturunan dan juga adanya penyakit. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya mimisan.

  • Membuang ingus terlalu kencang.
  • Saat mengorek hidung terjadi luka di bagian dinding hidung.
  • Udara kering dan dingin bisa membuat lapisan hidung menjadi kering dan rentan luka atau mengalami infeksi.
  • Bentuk hidung bengkok karena keturunan ataupun cedera.
  • Sinusitis akut
  • Penggunaan obat tertentu seperti aspirin, antikoagulan, atau obat pelega pernapasan yang berlebih.
  • Iritasi karena senyawa kimia seperti amonia.
  • Cedera di hidung.
  • Penggunaan obat terlarang misalnya menghirup kokain.
  • Operasi hidung.
  • Tumor di rongga hidung.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol.

Menangani Mimisan

Mimisan umumnya bisa ditangani sendiri. Cara-cara berikut bisa Anda lakukan untuk menangani mimisan.

  • Duduk dengan posisi tegak. Jika mimisan, duduk lah dengan posisi tegak, dan jangan berbaring. Hal ini dilakukan agar berkurangnya tekanan di pembuluh darah hidung, dan pendarahan bisa berhenti.
  • Tubuh condong ke depan. Hal ini dilakukan agar darah tidak masuk ke tenggorokan.
  • Keluarkan darah dan buang darah yang mengalir ke mulut. Jangan menelan darah yang mengalir agar tidak terjadi keinginan untuk muntah.
  • Pencet hidung. Pencet hidung dengan ibu jari dan juga telunjuk selama 10 menit untuk memberi tekanan di sumber pendarahan agar darah segera berhenti. Di saat ini Anda bisa bernapas melalui mulut.
  • Kompres dingin. Letakkan kompres di daerah pangkal hidung untuk memperlambat terjadinya pendarahan.