Penyakit menular seksual sipilis merupakan salah satu penyakit yang bisa membahayakan penderitanya bila tidak segera mendapatkan pengobatan yang tepat hingga tuntas. Penyakit yang juga disebut dengan raja singa ini bisa menyerang organ lain, sehingga terjadinya gangguan pada tubuh. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, ada beberapa hal yang harus diketahui terkait dengan sipilis atau raja singa.

Penyebab sipilis adalah bakteri Treponema pallidum yang mudah ditularkan melalui cairan tubuh seperti ketika melakukan hubungan seksual, penggunaan jarum suntik ataupun alat tato yang sama dengan penderita. Sipilis atau suka disebut raja singa juga dapat menular dari wanita hamil pada bayi yang dikandungnya. Walaupun begitu, bakteri sipilis tidak akan pernah bisa berpindah atau menular pada orang lain melalui penggunaan barang-barang, dudukan toilet, ataupun fasilitas umum yang sama dengan yang digunakan oleh penderita.

Tahapan Sipilis

Gejala yang terjadi pada penyakit ini akan berdasarkan tahapan yang dilaluinya, seperti:

Sipilis Primer

Penderita yang berada di tahap awal ini akan menemukan munculnya luka di area terpaparnya bakteri, dan akhirnya menyebar ke area sekitar. Luka ini akan terasa sakit, dan mudah menular melalui aktivitas seksual apapun. Walaupun tidak dilakukan pengobatan, luka ini bisa hilang sendiri, walaupun sipilis sebenarnya belum sembuh.

Sipilis Sekunder

Muncul ruam kulit pada telapak tangan dan kaki, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, demam, penurunan berat badan dan juga kerontokan rambut.

Sipilis Laten

Di tahap ini penderita akan mengalami hilangnya seluruh gejala yang sebelumnya dialami, seakan-akan sipilis sudah sembuh, walaupun sebenarnya sipilis tetap berada di dalam tubuh. Mendiagnosis keberadaan penyakit ini pada tahap laten adalah dengan melakukan tes darah. Bila dibiarkan tanpa dilakukan pengobatan, sipilis bisa masuk pada tahap yang membahayakan, yaitu tahap tersier.

Sipilis Tersier

Ketika sipilis sudah berada pada tahap ini, maka akan terjadi kerusakan pada organ tubuh lain karena bakteri yang sudah semakin menyebar. Organ tubuh yang bisa diserang seperti jantung, mata, hati, ginjal, pembuluh darah, saraf, sendi, tulang bahkan otak. Bila hal ini terjadi, bisa saja terjadi gangguan, bahkan kematian.

Komplikasi

Bila tidak dilakukan pengobatan, hingga sipilis memasuki tahap tersier, maka sipilis bisa menimbulkan komplikasi yang membahayakan penderita, seperti:

  1. Tumor bisa ditemukan pada tulang, kulit, ginjal, hati ataupun organ lainnya.
  2. Kerusakan saraf. Bila terjadi kerusakan saraf, maka penderita bisa mengalami radang selaput otak, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, hilang kesadaran, bahkan gangguan ingatan.
  3. Kerusakan jantung. Sipilis juga bisa merusak organ vital seperti jantung, dan bisa menyebabkan kematian.
  4. HIV AIDS. Penderita sipilis bisa mudah tertular HIV/AIDS, karena adanya luka terbuka yang mudah terkontaminasi oleh penyakit apapun.

Cara Diagnosis

Untuk memastikan kondisi yang Anda alami, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan tes darah, memeriksa cairan dari luka yang muncul, dan juga pemeriksaan organ lain bila diduga bakteri sudah menyebar.

Pengobatan

Karena sipilis disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan akan diberikan adalah antibiotik. Antibiotik yang diberikan berupa penisilin yang akan disuntikkan untuk membunuh bakteri dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain pengobatan yang dilakukan oleh dokter klinik, maka Anda juga harus melakukan perawatan mandiri untuk mendukung pengobatan yang sedang dilakukan, seperti mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri yang menyebabkan sipilis